Kolaborasi Terburuk Teva dan UGG

Kolaborasi Terburuk Teva dan UGG – Seperti yang kita ketahui bahwa brand UGG merupakan salah satu brand sepatu boots yang cukup terkenal. Brand UGG digeparkan dengan kabar bahwa akan berkolaborasi dengan Teva.  Bagi yang masih asing dengan dua label ini, Teva dikenal dengan koleksi sandal gunungnya, sedangkan Ugg adalah label Australia yang memproduksi boots tebal dan hangat.

Kolaborasi Terburuk Teva dan UGG

Dua DNA yang bersebrangan ini nyatanya sampai di satu koleksi kolaborasi. Hasilnya adalah sepatu dengan bagian depan seperti sepatu gunung dengan strap dan velcro, namun atasnya tertutup bahan tebal dari wol seperti sepatu boots musim dingin.

“Dengan kolaborasi ini, kami ingi menyuntikkan elemen yang ikonik dan dicintai dari kedua brand,” kata President Performance Lifestyle Group Deckers Brands Wendy Yang, perusahaan yang menaungi kedua brand dalam pernyataan resminya.

Desainnya memang membingungkan. Terlalu tertutup untuk musim panas karena bahan wolnya, namun tak pula bisa dipakai di musim dingin karena bentuknya seperti sandal. Sepatu ini pun dijual tidak murah, yaitu US$ 225 atau Rp 2,9 jutaan.

Atas desain tersebut, sepatu koleksi Ugg dan Teva ini dinobatkan jadi sepatu paling buruk di tahun ini. Situs Huffington Post misalnya, mengatakan jika desain sepatunya seperti gips yang dipakai di rumah sakit saat seseorang mengalami patah bagian kaki.

Baca Juga : Macam-Macam Jenis UGG dan Perbedaannya

Lain lagi dengan situs People yang tak tahu bagaimana menyebut sepatu ini. “Sulit untuk membicarakan sepatu yang kami bahkan tak tahu harus menyebutnya apa. Ini setengah boot, setengah sandal. Mungkin kita bisa memanggilnya ‘Shoots’,” tulis situs ini.

Tak hanya membuat dalam model boots tinggi, kolaborasi Teva dan Ugg juga memiliki versi sandal. Model yang lebih pendek ini dijual US$ 175 atau sekitar Rp 2,3 juta. Bagaimana menurut Anda tentang sepatu ini?